Juni 23, 2008

JAKARTA ULTAH

Selamat pagi Jakarta,
Masih bertumpuk sampah.
Sumpah serapah.
Masih penuh ribut riuh,
Semua berpacu,
berburu dalam gemuruh,
Dan gaduh.

Selamat pagi Jakarta,
ada yang pulang dari mengais malam,
Ada yang berpacu,
Berebut waktu dengan matahari.Selamat pagi Jakarta,
masih banyak yang menangis di pelukmu,
masih banyak yang berteriak di jalanan,
Masih ada yang tertatih di keramaian.

Selamat Pagi Jakarta,
Wajahmu masih memerah,
Pengap dengan segala gairah yang serakah.
Masih tak berhati,
Tak peduli ada bermandi darah,
Bahkan mati.
Langkahmu
masih gempita,
tapi tak jelas akan kemana,
Jakarta wajah seribu rupa,
tapi datar dan tak ramah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar