MASIH SEPERTI KEMARIN
Seperti cerita usang kemarin,
bayang wajahmu cuma jadi mimpi,
yang wanginya pudar di pagi hari,
dan aku kecewa,
ketika aku bercermin pada matahari,
mataku terlalu kelam
untuk menatap kenyataan yang garang,
hari-hari yang kumiliki
adalah malam hitam yang panjang
tapi betapapun lelapnya mimpi,
betapapun pahitnya kenyataan,
aku mesti terjaga,
hadapi hari ini, hari lusa
dengan telanjang dada,
walau mungkin akan tertikam duka,
yang menjadi banyak luka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar