Juli 02, 2008

PAK KARYO

Siang itu aku makan siang bersama teman2 di sebuah kedai pinggir jalan. Kami menyebutnya Gubuk Derita. Kami menyebut begitu karena memang mirip gubuk, bangunan sederhana dari gedeg bamboo, tetapi di dalamnya tersedia macam-macam makanan. Aku sering makan gado2, karena enak, murah dan sehat (non kolesterol). Penjualnya seorang bapak tua, sebut saja Pak Karyo. Orang nya sangat santun dalam melayani dan senyumnya begitu tulus, meskipun para pembeli menggerutu dan mengomelinya karena tidak sabar menunggu, dia Cuma tersenyum dan menjawab ; “sebentar ya Bu”.. "sabar ya Pak..."
Aku melihat senyumnya selalu tulus dan menyejukkan, seolah hidupnya tak pernah ada masalah, wajahnya begitu jernih, seolah tak pernah menyimpan benci dan dendam. Aku berpikir; ditengah kehidupan Jakarta yang keras, ditengah gemuruh lalu-lalang manusia Jakarta yang "sibuk” ternyata masih ada Pak Karyo, yang begitu sederhana, santun, tulus dan apa adanya (jauh dari basa-basi apalagi kemunafikan). Barangkali "ruang " Pak Karyo di Surga lebih lapang dan nyaman daripada Si Fulan, anggota DPR yang sedang diperiksa KPK, yang pasti senyum dan wajahnya lebih jernih dan tulus daripada Si Fulan-Si Suto yang tinggal Di Komplex Kalibata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar