Beribu orang antri belas kasihan,
Beribu orang antri menadahtangan,
Beribu orang antri untuk sekedar uang jajan.
Beribu orang antri menanti recehan.
Kemana kekayaan ibu pertiwi,
Kemana emas dan permata kekayaan negeri
Kemana kemakmuran yang jinawi
Beribu anak bangsa terkapar dalam lapar
Ironi,
Ketika koruptor masih bisa bangga tertawa,
Ketika pemimpin masih bisa pidato penuh gaya,
Ketika si kaya berderma dengan riya,
Sekian nyawa anak bangsa melayang sia-sia.
Tanpa sapa tanpa upacara.
Dan sekedar menjadi angka dalam berita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar