Pagi aku mengemudi di tengah kemacetan,
Tiba-tiba suara menderum dari samping kiri, motor besar melaju,
Bermanuver, serobot kiri, serobot kanan bergaya raja jalanan.
Ah, aku lihat di depan dia meludah sambil memaki yang dianggap merintang jalan.
Aku masih melaju pelan,
Di depan macet lama, karena ada kerumunan,
Pada saat kulewati kerumunan,
Aku lihat si jagoan jalanan terkapar bersimbah darah,
Aku masih melaju pelan,
Dan tercenung,
Begitu dekat jarak keangkuhan dan ketidakberdayaan,
Begitu dekat jarak kehebatan dan kelemahan,
Begitu dekat jarak hidup dan kematian.
Jalan kehidupan begitu dekat dengan jalan kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar