Mei 04, 2009

PRIA DAN COWOK

CERITA SEORANG PRIA DI TEMPAT DUGEM


Sebut saja Budi, seorang executive muda yang aku sering aku jumpai di ”wahana dugem”. Sepertinya tiap aku ke tempat dugem selalu bertemu dia dengan beberapa wanita temen akrabnya, Sepertinya dia ”orang gaul” dan banyak temen. Selalu ceria dan bercanda. Tapi benarkah begitu? Aku pun mencoba ngobrol dengannya, dan ternyata dia telah berumah tangga dengan 2 orang anak yang lucu. Dan dia pernah bilang bahwa sebenarnya, tempat terindah adalah di rumah, rumah adalah istananya, istri dan anaknya adalah bidadari dan malaikatnya. Lalu mengapa dia sering berada di cafe, bar dan tempat dugem sejenisnya? Ternyata sederhana jawabnya; Istrinya tidak pernah ’dapat memahami dia’...” Maksudnya gimana?”, aku pun minta penjelasannya, karena jangan-jangan cuma pembenarannya.
Dia pun menjelaskan dengan panjang lebar:
Istriku justru menjadi ’orang lain’ pada saat beberapa tahun sesudah married, terutama setelah memiliki anak, ”Dia yang dulu manis dan penuh perhatian, sekarang menjadi cuek dan kurang perhatian, Dia yang dulu selalu sabar melayani, sekarang menjadi acuh, dan melayani sekedar memenuhi kewajiban, Dia dulu yang selalu berusaha tampil cantik dan mempesona untuk menyambutnya, sekarang menjadi tampil ”apa adanya” bahkan kadang terlihat lusuh. Dia menjadi sibuk dengan pekerjaannya, seolah dia ingin menunjukkan bahwa dia ”ibu rumah tangga yang baik”, bahwa dia mampu membereskan semua yang ada di rumah. Dia pun terlihat ”apek”dan seolah lupa bagaimana cara tersenyum dan menyapa mesra suaminya. Dia seperti lupa cara ber ’make up’ seperti pada saat Budi ’ngapel” ke rumah nya...........Dia menjadi dingin dan bahkan cenderung bawel......apalagi kalau rumah terlihat ”tidak beres” di matanya.
Padahal seberapapun matangnya pria, dia tetap seorang cowok yang butuh perhatian,
Seberapa dewasanya pria , dia tetap memilki sifat bocah, yang ingin dimanja dan diusap kepalanya dengan mesra untuk menunjukkan perhatian.
Seberapapun tangguhnya pria, didalamnya masih ada jiwa kekanakan, pada saat gundah akan mencari belaian mesra dan pelukan yang meneduhkan.
Seberapapun kalemnya seorang pria, dia tetap seorang cowok nakal yang senang digoda dan di rayu, maka tak salah juga kalau ada pendapat extreme : Dalam urusan ranjang, seorang istri kadangkala perlu jadi pelacur bagi suaminya....maksudnya harus profesional dan berusaha semaksimal mungkin bagaimana ’menyenangkan’ suaminya.

Tetapi kebanyakan wanita lebih senang jadi ibu rumahtangga, daripada kekasih suaminya. Lebih senang dilihat banyak orang, daripada terlihat cantik di mata suaminya. Lebih senang bercanda dengan anak-anaknya, darpada berpeluk mesra dengan suaminya...tetapi anehnya masih saja bertanya: Kenapa suamiku sekarang jadi kurang perhatian ya????? Wanita selalu lupa : Pria tetaplah seorang Cowok (yang kadang kekanak-kanakan) yang dulu dikenal, meski telah terlihat dewasa. Bahkan tua sekalipun. Wanita menggumam: ”Lho, masa’ aku yang kasih perhatian terus?”... Nah...Wanita lupa lagi, bahwa cinta adalah memberi tanpa berharap...dan wanita dikarunia cinta yang begitu besar, untuk menyayangi, mengasihi dan melayani, dengan kecantikan dan kelembutannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar