BOM JUM’AT PAGI
Jum’at pagi terasa panas dan pengap,
Tiba-tiba ada tersebar berita,
Jakarta meledak.
Asap mengepul hitam,
Berpuluh jasad berwarna legam,
Menjadi hiasan berita layar kaca.
Tragedi terulang,
Dan semua linglung terhenyak,
Tak percaya tragedi begitu saja terjadi,
Mengusik ketenangan Jum’at pagi.
Siang makin panas, orang-orang menghela nafas,
Seribu tanya menjadi beban, menunggu jawab yang jelas,
Yang terjadi masyarakat makin bingung dengan pidato yang tak cerdas,
Yang membuat fakta semakin kabur dan bias.
Semua terjadi,
mungkin karena kepongahan kemegahan dan pameran kemewahan,
Sementara berjuta orang yang merasa terpinggirkan.
atau sekelompok orang frustasi yang menyaksikan,
Ketidakadilan politik atau penindasan sosial bertopeng demokrasi,
Atau orang lelah berteriak, ketika makin lapar sekedar dihibur BLT basa-basi.
Makin bertebaranlah,
Drakula politik,
Drakula kapitalis,
Drakula angkara,
Yang melahirkan anak drakula teror,
Drakula makelar,
Yang menghisap darah dan keringat awam,
Dan mereka makin bodoh tak berdaya.
Dan kembali disuapi janji dan basa-basi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar