Juli 03, 2009

Sesungguhnya negara Indonesia adalah negara yang kaya raya, hampir semua komodoti, mineral, emas semua kita punya. Tetapi sungguh menyedihkan bahwa penduduknya, rakyat yang lahir dan tinggal di pangkuan ibu pertiwi, miskin dan nista.

Sumber alam, Negara lain yang mengexplorasi, Kekayaan yang ada, bangsa lain yang menikmati. Sungguh suatu Ironi. Semua terjadi karena,antara lain:

1. masyarakat kehilangan spirit, etos kerja karena program untuk mengatasi kemiskinan dilaksanakan secara partial, incidental dan “suap” (bantuan langsung tunai).
2. masyarakat kehilangan kreatifitas ini diperparah karena pengambil keputusan terjebak pada ‘konsep salah kaprah’ bahwa sejahtera diwujudkan dengan semua serba murah, bukan peningkatan daya beli.
3. tidak pernah ada program pemberdayaan yang memadai.
4. belum ada keberpihakan pada masyarakat miskin dan masyarakat desa.
5. belum ada program perekonomian atau industri yang berbasis pertanian yang memadai.
6. belum ada penyebaran pembangunan.
7. belum ada program pembangunan yang berdasarkan welfare state-keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk mengentaskan kemiskinan harus dilakukan pembenahan total, dimana antara stabilitas, pembangunan ekonomi dan demokrasi harus dilaksanakan secara berimbang dan untuk itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang tegas namun bijak, yang lugas namun tetap demokratis, suatu hal yang memang tidak mudah kita laksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar