Garudaku tampak lelah,
murung dan tampak kuyu.
Matamu menatap jauh, tapi sedih.
karena luka dan dera menikammu.
Seribu anak bertopeng, seolah memujamu.
padahal tangannya rajin mencabuti bulu.
belum lagi seribu anak nakal memperolokmu.
Garudaku, tegarlah.
Kepakkan sayapmu dengan gagah,
masih berjuta anak yang membelamu,
masih berjuta anak lemah yang mengandalkanmu.
Garudaku, jangan pernah kalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar