Mari kita bicara,
Dengarkan kata-kataku, dengan telinga hatimu.
Lihat mataku dengan mata kalbumu,
Tangkap isyaratku dengan nuranimu.
Jangan biarkan cemburuku yang masih terbungkus cinta, membusuk menjadi dendam.
Jangan biarkan khawatirku yang terbungkus sayang, menjadi sia-sia, lalu menjadi tak peduli.
Jangan biarkan protektifku menjadi beku, dan menjadi terserah apa maumu.
Jalan yang kita lewati sudah jauh,
Tak semudah angkutan kota berbalik arah.
Tak semudah baris tentara; hadap kiri, hadap kanan dan balik kanan.
Jadi mari mencoba teruskan langkah dengan rasa yng tersisa,
dengan segala yang masih kita miliki.
Hhmmmmm.......
BalasHapus