November 29, 2023

THE JOURNEY V

Setelah insiden guna-guna, aku dan Rani justru semakin dekat. Dan Rani pun sudah tahu tentang perasaanku padanya. Hampir tiap jam istirahat selalu bertemu untuk ngobrol dengan Rani. Selain memang ngobrolin dan mencari siapa yang kirim guna-guna ke Rani, saya bisa ngobrol apa saja, termasuk tentang makin ketatnya “penjagaan” ayahnya. Sekarang kemanapun Rani pergi akan selalu diantar dan dikawal bapaknya. Bagiku sih baik-baik saja, karena berarti Rani menjadi aman, termasuk dari gangguan apel pada malam minggu dari Danang. Ya selama ini yang bisa “apel atau kunjungan resmi malam minggu” cuma Danang. Menurut cerita Rani sih sudah dekat sejak SMP, karena orang tuanya juga saling kenal akrab. Dan saya merasa “besar hati” juga ketika Rani cerita, bahwa Rani yang sampaikan ke ayahnya; bahwa ayahnya harus konsisten dengan larangannya Rani pacaran, maka Rani pun tidak bisa menerima kunjungan Danang di malam minggu. Dan ayah Rani terpaksa menyetujuinya. Ya terpaksa, karena sebenarnya ayah Rani sepertinya menyetujui kalau Danang dekat dengan Rani . Selain orang tua Danang yang cukup terpandang, ayah Danang juga pernah menolong kakak Rani yang terlibat dalam kenakalan remaja, yang mengarah ke perbuatan criminal. Dalam rangka mencari informasi pengguna-guna Rani, sore itu aku mampir ke riumah Adri. Setelah berbasa-basi, akupun Tanya ke Adri: “Rani ada cerita ke kamu gak Dri?”.. “Memang ada apa To, kemaren aku ketemu Rani gak cerita apa2 tuh.. jawab Adri. “Gak ada apa-apa sih, Cuma belakangan Rani kayaknya ada masalah, tapi aku gak tahu apa masalahnya”…aku blm ingin terbuka ke Adri, sambil menyelidiki apa dia tahu sesuatu. “Saya juga gak tahu, To…..”… Aku tatap mukanya dan lihat matanya dalam-dalam, sepertinya Adri jujur. Karena tidak mendapat informasi setelah ngobrol ringan masalah sekolah, film Mandarin , dan seputar issue yang lagi update, saya pun pulang. Selanjutnya besok saya harus ngobrol dan cari informasi ke Hari. Sehabis jam sekolah aku pun bilang ke Hari; “Har, se pulang sekolah aku mampir ke rumah ya” “haa? Tumben To, main ke rumahku memang ada apaan?£ “Ntar ngomngnya pas di rumah aja”. “ Ahh bikin penasaran aja”. “ Elo sudah ganggu istirahat gue, awas ya kalau gak penting!”..Hari mengancam, tapi aku tahu Cuma bercanda. Sehabis Jam sekolah aku membonceng motor Hari ke rumahnya. Sampai rumahnya yang cukup besar, bertemu Ayahnya yang sedang membaca Koran di teras. Dan aku pun menyapanya; “Sore Om”… “Met sore..” ….silahkan masuk saja ke dalam. Akupun langsung ke kamar Hari, yang penuh poeter artis music barat; dari Roling Stone, Deep Purple, Led Zeppelin sampai Suzi Quatro. “Nah sekarang kamu sdh masuk Istanaku, ada apa gerangan hamba sahayaku”..Hari tetap dengan gaya tengilnya. “Hmmm..Har, tolong jawab pertanyaanku, dan jangan tersinggung ya”..saya berucap hati-hati. “No, problem, silahkan”…. “Har, kamu tahu nggak masalahnya Rani?”.. “ Wah gak tahu, memang kenapa dengan Rani?..jawab Hari. Aku menatap Hari dengan cermat, dan sepertinya Hari jujur dan memang gak tahu. “Kamu tahu gak, kalau ada yang mengirim guna-guna ke Rani?”.. “HhahHH !...guna-guna”, Hari berteriak kaget…. Setealh itu malah dia sendiri, yang menutup mulut degan jarinya, “Ssttt…nanti Bokap denger bisa berabe”. Ayah Hari seorang perwira ABRI dan sangat keras mendidik anaknya. Hari yang badung pun sangat takut sama Ayahnya. “hari gini, masih ada guna-guna?”…tukas Hari pelan. “Lagian apa urusanmu To?, emang elo pacarnya?” “Bukan gitu Har, saya diminta ayah Rani untuk mencari pelakunya”.. “oooh gitu, tapi sumpah samber gledek, gue gak tahu apa-apa soal itu”. “Sueeerr”….tegas Hari sambil menunjuk dengan dua jari, bersumnpah untuk meyakinkanku. Kami pun ngobrol hal lain, menikmati sebotol soft drink dan kacang garing. Saya bertanya tentang poster yang terampang di kamrnya dan music. Kalau soal musik Hari jagonya, sementara untuk pelajaran sekolah Hari lebih banyak tidak tahunya, dan sering nyontek sama teman sebelahnya. Tanpa terasa sudah menjelang maghrib, aku pun pamit pulang ke rumah. Dan belum ada bayangan , siapa pengirim guna-guna ke Rani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar