Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
Desember 14, 2023
THE JOURNEY XII
Untuk cooling down, sementara aku pun tidak datang ke rumah Bu Wita, mungkin untuk sebulan dua bulan.
Kalau kebetulan lagi ingin ke luar rumah, aku main ke tempat Adri dan bisa baca-baca komik atau novel. Kebetulan dekat rumah Adri ada tempat persewaan komik dan novel.
Atau kalau pengen denger musik dengan sound system yang OK, aku main ke tempat Haris.
Siang itu saya pun asyik baca komik di kamar Adri. Adri asyik dengan walkmannya sambil geleng-geleng kepala. Kami sibuk dengan ke asyik an sendiri-sendiri.
Tiba-tiba Adri nyeletuk;
“Kamu beneran ketangkap basah di kamar Bu Wita , To?”
Akupun kaget dengan pertanyaan Adri.
“Hahh, aku ketangkap basah di kamar? Adri dapat gossip dari mana?”…
“Memang kamu gak tahu, dah jadi gossip di sekolah To. Katanya kamu ketangkap berada di kamar berdua Bu Wita sama pemuda kampung”…Ardi menjelaskan.
“Ngawur.., para pemuda itu cuma ada di halaman, gak masuk rumah. Darimana tahunya kalau kami ada di kamar?” aku pun menjelaskan.
“Eeeh jadi kamu beneran digwrebek pemuda kampung?”..tanya Ardi.
"Bukan di gerebek, mereka membawaku ke pos RW pada saat aku mau pulang" jelasku.
"Kok bisa?"..tanya Ardi "kepo", sambil melepaskan walkman dari kepalanya.
"Iya, aku pulang nya ke malam an, lewat in jam berkunjung"
"Jadi benar kamu di kamar berdua di kamar sama Bu Wita"? tanya Ardi.
“Ya gaklah, waktu itu kami sedang diskusi , duduk di ruang tamu, pada saat aku bersiap pulang pintu diketuk sama pemuda lingkungan , dan kami keluar”.. aku menjelaskan.
“Ya kirain”…eehh tapi gosipnya lain lagi lho To, pokoknya ceritanya seruu”…Ardi menjelaskan sedikit meledekku.
“Seru gimana Dri?”
“Ya katanya kamu tertangkap basah di kamar berdua sama Bu Wita. Malah ada yang cerita katanya pas pintu kamar gedor, kalian berdua lagi buru-buru pakai baju”…Adri menjelaskan.
“Yang bener Dri? Gila.....kamu percaya cerita omong kosong itu?”..tanyaku tak percaya dengan yang kudengar.
“Ya percaya gak percaya sih, tapi yang pasti gossip itu makin rame. Memang kamu gak tahu To?”..
“Ya denger juga sih, sekilas aja. Dan aku memang gak mau tahu, karena aku merasa tidak melakukan apa-apa. Tapi saya gak mengira gossipnya sampai sejauh ”..
Hmmmmm…… Kalau gossip itu makin jadi bola liar, apa tanggapan Rani, bagaimana tanggapan Bu Wita. Bagaimana pula sikap Rani.
“Eh Dri, kamu sudah pernah tanya Rani, gimana dia menanggapi gossip ini?”…
“Baru aja tadi pagi ngobrol. Kayaknya sih dia kecewa sama kamu”…
“Jadi dia percaya?”..
“ Ya pikir aja sendiri. Dia bilang kamu sudah berubah, katanya kamu susah dibilangin”…
“Serius Dri, Rani bilang begitu?”..
“Iya, tanya sendiri kalau gak percaya”..Adri meyakinkanku.
Ya aku memang harus tanya Rani langsung. Saya juga harus tahu bagaimana tanggapan Bu Wita, karena ini mengenai nama baik dia juga.
Hmmm ada baiknya aku tanya Haris juga, meskipun mulutnya “agak jahat”, Haris orangnya terbuka dan omongannya dapat dipercaya.
Akupun langsung ke rumah Haris, dan kebetulan dia lagi nongkrong di teras.
“Assalamu’alaikum..”
“Ehh Topan apa kabarnya , sejak jadi artis jarang kelihatan”
“Ahh apaan sih lu Ris”..aku menyela candanya.
“Ehh ada perlu apa nih? Ibu Guru kesayangan gimana kabarnya?’..
“Asyik ya To, pacaran sama orang yang sudah pengalaman?”..Haris terus meledekku.
“Ngarang kamu Ris. Justru aku ke sini mau tanya gossip itu versi kamu”
“Cuma gossip nih? Bukannya beneran?”..
“Aku serius Ris, gimana cerita yang berkembang di sekolah?”
“Wah kok kebalik? tadinya malah aku mau denger cerita dari kamu”
“Ayolah, aku serius nih”..aku menyela candaan Haris yang gak lucu.
“Ok, ok To”…Haris pun berubah serius lihat kesungguhanku.
“Kalau menurut cerita sih , katanya kamu ketangkap basah lagi berduaan di kamar sama Bu Wita”..
Hmmm ternyata betul cerita Adri. Versi gossipnya memang sudah jadi melebar dan tidak sesuai fakta.
“Malah ada yang bilang kamu diseret keluar dari kamar sama pemuda-pemuda disana”
“Wah ngacau gossipnya”…aku menyela tak sabar.
“Wah, kalau kamu dengar langsung seru To, berbagai versi critanya”….
Aku diam saja, tiba-tiba merasa malu dan juga kasihan dengan Bu Wita.
“Tapi intinya, semua sama To. Mereka percaya kamu kepergok ngamar berdua Bu Wita”.
“Hahhhh! Ngamaar ?..” aku tetap masih kaget meskipun Adri sempat cerita juga. Tetapi cerita dari mulut Haris menjadikan lebih dramatis.
“Iya, gossipnya begitu. Dan sebagian besar dari mereka percaya To”….
Ahhh, bagimana ini. Kenapa bisa jadi begini. Aku tak mengira peristiwa dengan pemuda lingkungan itu menjadi issue liar tak terkendali. Aku mendadak pusing kepala.
“Ok Ris, terima kasih informasinya”..
“Aku pamit pulang ya”….
“Eh iya To”…Haris terbengong melihatku tergesa pergi.
Ya aku harus segera mengklarifikasi gossip itu. Aku harus bertemu Bu Wita untuk tahu bagaimana Bu Wita menanggapai gossip ini. Aku harus bertemu dengan Rani juga.
Aku tak mau Rani makin salah paham mengenai hubunganku dengan Bu Wita.
Meskipun aku agak enggan kalau mengingat sifat Rani yang emosi an, aku pasti habis disalah-salahkan, di marah-marah in. Tetapi demi Bu Wita aku harus hadapi.
"Eh ..demi Bu Wita?'
"Hmmmm, demi memperbaiki hubunganku dengan Rani?...
AAh makin pusing kepalaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar