Dalam kesenyapan
kutemukan bening.
Segalanya menjadi jernih dan hening.
Kemarin, semua berteriak lantang
kali ini terdiam.
Dalam kesenyapan,
kutemukan makna
Tak ada pesta tak berakhir,
tak ada kekerasan yang tak cair.
Ada saatnya semua meleleh,
Melebur dalam fana.
Kesenyapan adalah bagian dari kehidupan yang riuh.
Dendam yang kemarin merah padam.
hari ini luruh jadi kelabu.
Kesenyapan,
membuat nyata akan kuasa Nya.
Batang-batang semak bergeming,
Diantara tugu-tugu bisu yang menghitam
Semua yang nyala terbakar dendam.
Akhirnya tetaplah debu yang terserak.
Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
Juni 30, 2009
Juni 25, 2009
NOSTALGIA
Secuil kemesraan yang sempat
kita buat
ternyata melekat
menjadi lumut kenangan
yang mungkin terus menghijau
dan basah
aku sering tidak mengerti
yang dengan teliti aku rangkai
Ternyata tidak selalu menjadi kisah,
Tak jua episode seri mimpi.
kita buat
ternyata melekat
menjadi lumut kenangan
yang mungkin terus menghijau
dan basah
aku sering tidak mengerti
yang dengan teliti aku rangkai
Ternyata tidak selalu menjadi kisah,
Tak jua episode seri mimpi.
PAGI
Pagi masih kelabu,
Aku termangu,
Semua terasa dingin membeku,
Semua kisah lalu, jelas membekas,
Goreskan kisah cinta, luka dan dosa.
Pagi masih sunyi,
Aku termangu,
Beribu wajah berlalu,
Tegores segala kisah yang mengharu biru.
Pagi masih bisu,
Aku termangu,
Menyesali dosa yang telah terjadi kemarin,
Hidup begitu cepat berlalu,
Dari detik, jam,hari dan tahun cepat terlewat.
Pagi masih bisu,
Beribu wajah telah menghias kisah,
Luka, tertawa, hitam, kelabu,..
Berbaur debu,
Kelabu
Aku termangu,
Semua terasa dingin membeku,
Semua kisah lalu, jelas membekas,
Goreskan kisah cinta, luka dan dosa.
Pagi masih sunyi,
Aku termangu,
Beribu wajah berlalu,
Tegores segala kisah yang mengharu biru.
Pagi masih bisu,
Aku termangu,
Menyesali dosa yang telah terjadi kemarin,
Hidup begitu cepat berlalu,
Dari detik, jam,hari dan tahun cepat terlewat.
Pagi masih bisu,
Beribu wajah telah menghias kisah,
Luka, tertawa, hitam, kelabu,..
Berbaur debu,
Kelabu
Langganan:
Postingan (Atom)