Maret 04, 2013

Merokok; dan perilaku

Teman-teman kantor sering bertanya pada saya, kenapa begitu tidak suka (benci) pada perokok. Sebenarnya tidak terlalu benci, karena saya juga pernah merokok, juga sebagian besar keluarga saya. Namun yang menjadi masalah, adalah perilaku ikutannya yang sangat mengganggu dan merugikan lingkungannya, di antaranya;

1. Egois, Tidak peduli pada orang lain. Perokok biasanya tidak peduli pada akibat yang ditimbulkan pada orang lain. Sering saya temui di resto (jelas tertulis no smokung area!!!), orang mengepulkan asap "seenak udel"nya, tidak peduli disebelahnya ada ibu yang mengandung, anak balita yang pasti sangat terganggu dan berakibat pada kesehatannya.

2. Jorok. Perokok biasanya suka membuang puntung rokok sembarangan, tanpa melihat dulu asbak dan tempat pembuangan seharusnya. Yang paling menyedihkan, perokok (berdasarkan pengamatan saya) biasanya suka meludah sembarangan. Jorok dan menjijikkan.

3. Boros. Orang merokok biasanya juga pemboros. Karena dia lebih suka beli rokok daripada kebutuhan lain yang penting. Jadi meskipun beras di rumah abis, dia lebih ingat beli rokok daripada beras. Padahal (maaf), sebagain besar perokok adalah kelas menengah ke bawah. Jadi sebuah ironi memang, selain adahal kebutuhan pokok yang lebih mendesak, mereka malah merusak diri sendiri untuk menjadi rentan penyakit.

Maka tidak heran teman saya ada yang bilang, perokok lebih jahat dari pemabuk. Karena Pemabuk hanya merugikan diri sendiri, sementara perokok akan selalu menganggu dan menyebarkan "kerugian" pada lingkungannya.