Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
Desember 12, 2012
12-12-12
Hari ini, tanggal 12 Bulan 12 tahun 2012. dianggap hari istimewa. Banyak ibu hamil yang minta bayinya dilahirkan hari ini, banyak orang ngantri di Catatan Sipil atau KUA untuk bisa nikah hari ini. Begitu pula status di media sosial, banyak yang menuliskan angka 12-12-12. Segitu istimewanya kah? Wallahu'alam. tapi yang pasti memang angka kalender yang unik. Dan berharap menjadi hari yang penuh berkah sah-sah saja. Tetapi sesungguhnya jam, tanggal, bulan dan tahun adalah sekedar penanda waktu. Hakekatnya sama dengan hari dan tanggal lainnya. hari itu akan menjadi berkah manakala kita kebetulan mendapat rejeki dan anugerah. Hari itu akan berkah manakala kita mencapai sukses atau prestasi. Tetapi yang pasti , kita harus selalu berusaha mengisi waktu, jam, hari dan bulan dengan sesuatu yang bermanfaat. Kita melakukan sesuatu yang bisa memberi kesenangan atau minimal, tidak membuat susah orang lain.Dan kata orang bijak; makhluk Tuhan yang paling mulia, adalah manusia yang paling bermanfaat bagi makhluk lain. So, akan tanggal 12-12-12 akan menjadi berkah bila kita bertekad (resolusi); mulai hari ini saya harus selalu berbuat baik dan mengerjakan sesuatu dengan sebaik mungkin. Salam sukses.
EGOIS (sekedar curhat)
Aku terhenyak ketika ada BBM dari teman;...egois...'', aku berpikir, ada apa ya? setelah sejenak berpikir,..Ooooh mungkin karena aku tidak bisa menemui dia, yang datang dari luar kota. Meski agak aneh juga, aku maklum, mungkin karena dia bingung, tidak ada teman yang meng-Guide dia, yang menemani ngobrol atau ngopi. Tapi yang pasti saya tidak berjanji untuk menemui dia (karena datangnya juga agak mendadak), dan dia datang pada saat jam dan hari kerja, di mana saya lagi tidak bisa meninggalkan kantor. Ya sudahlah. Tetapi jujur aku sudah jarang mendengar kata itu. Egois adalah kata lain, dari hanya mementingkan diri sendiri. Jadi kalau ada orang yang menyerobot seenaknya di jalan raya, seolah hanya dia yang yang harus cepat sampai tujuan, itu adalah EGOIS. Ketika ada orang yang merokok dan menghembuskan asap beracun di tempat publik, itu EGOIS. Ketika ada orang yang berlama-lama parkir atau meninggalkan area parkir, padahal ada orang yang menunggu, itu EGOIS. Kalau ada orang yang berlama-lama di loket parkir, sementara di belakangnya antri panjang, itu adalah EGOIS. Kalau ada orang yang parkir seenaknya (tidak lurus, tidak di lajurnya, paralel tapi malah di kunci) itu sangat EGOISSS. Kalau saya sedang ada urusan yang lebuh penting, masa' sih EGOIS???
Desember 03, 2012
MASIH ADA
Mari kita bicara,
Dengarkan kata-kataku, dengan telinga hatimu.
Lihat mataku dengan mata kalbumu,
Tangkap isyaratku dengan nuranimu.
Jangan biarkan cemburuku yang masih terbungkus cinta, membusuk menjadi dendam.
Jangan biarkan khawatirku yang terbungkus sayang, menjadi sia-sia, lalu menjadi tak peduli.
Jangan biarkan protektifku menjadi beku, dan menjadi terserah apa maumu.
Jalan yang kita lewati sudah jauh,
Tak semudah angkutan kota berbalik arah.
Tak semudah baris tentara; hadap kiri, hadap kanan dan balik kanan.
Jadi mari mencoba teruskan langkah dengan rasa yng tersisa,
dengan segala yang masih kita miliki.
Dengarkan kata-kataku, dengan telinga hatimu.
Lihat mataku dengan mata kalbumu,
Tangkap isyaratku dengan nuranimu.
Jangan biarkan cemburuku yang masih terbungkus cinta, membusuk menjadi dendam.
Jangan biarkan khawatirku yang terbungkus sayang, menjadi sia-sia, lalu menjadi tak peduli.
Jangan biarkan protektifku menjadi beku, dan menjadi terserah apa maumu.
Jalan yang kita lewati sudah jauh,
Tak semudah angkutan kota berbalik arah.
Tak semudah baris tentara; hadap kiri, hadap kanan dan balik kanan.
Jadi mari mencoba teruskan langkah dengan rasa yng tersisa,
dengan segala yang masih kita miliki.
November 29, 2012
SEPATAH KATA
Dirimu bersikap seolah ceritamu lembaran putih belaka, dan ceritaku bernoda. Sementara aku temukan beberapa lembar warnamu berwarna debu. Meski kau berusaha tutup rapat, bau apek tetap menguar keluar. Meski kau cuci keras, warna noda masih berbekas.
Aku sudah bosan bertanya, karena dirimu bergeming tak bersalah.
Aku sudah bosan bicara, karena seolah tak terjadi apa-apa.
Tak berguna diskusi, kalau aku seperti bicara sendiri.
Sekarang terserah dirimu,
Tak berguna diskusi, kalau aku seperti bicara sendiri.
Sekarang terserah dirimu,
seandainya masih ingin simpan dalam ceritamu,
seandainya kamu ingin menulis ceritamu sendiri.
Aku siap jalan sendiri, keluar dari cerita kehidupanmu.
November 28, 2012
TANDA TANYA
Aku mencoba pahami, bahwa pot cinta harus kita pupuk bersama.
Tapi sepertinya, kamu tak pernah sungguh-sungguh merawatnya. Kau biarkan menguning, dan akhirnya meranggas kering. Aku tak tahu masih bisa menghijau kembali atau biarkan menjadi ranting.
Aku mencoba mengerti bahwa perjalanan kadang panjang dan berliku, tapi aku akan bertanya-tanya ketika kamu tiba-tiba berhenti atau menengok ke belakang. Aku tak tahu masihkan kita seiring-sejalan, alih-alih bergandeng tangan.
Aku masih terus bertanya-tanya dan selalu saja jawabnya tak pernah nyata dan terang.
Aku sendiri dalam kegelapan.
Tapi sepertinya, kamu tak pernah sungguh-sungguh merawatnya. Kau biarkan menguning, dan akhirnya meranggas kering. Aku tak tahu masih bisa menghijau kembali atau biarkan menjadi ranting.
Aku mencoba mengerti bahwa perjalanan kadang panjang dan berliku, tapi aku akan bertanya-tanya ketika kamu tiba-tiba berhenti atau menengok ke belakang. Aku tak tahu masihkan kita seiring-sejalan, alih-alih bergandeng tangan.
Aku masih terus bertanya-tanya dan selalu saja jawabnya tak pernah nyata dan terang.
Aku sendiri dalam kegelapan.
November 22, 2012
QUO VADIS
Awalnya saya sekedar memenuhi kewajiban, tugas perusahaan untuk datang ke seminar. Tema nya pun kering; Regulasi Perdagangan Export Import. Tetapi saya surprise ada pembicara yang "unik". Seorang pensiunan tetapi gaya bicaranya menggelitik dan cerdas. Salah satu hal yang membuat saya tergelitik dalah pernyataannya; "kalau generasi muda tidak segera merubah gaya dan cara berpikirnya, maka berpuluh tahun yang akan datang, Indonesia akan sirna". Yang hadir pun beragam reaksi, ada yang tersenyum, menganggap sekedar intermezzo sebagai selingan ceramah, namun ada yang mengernyitkan kening, berpikir serius. Saya termasuk yang tersenyum, sekaligus serius menanggapi pernyataan tersebut. Dan saya menganggap pernyataan tersebut ada benarnya. Lihat saja, gaya generasi sekarang, yang lebih suka "gaya" daripada " isi". Mereka berlomba mengikuti trend, dan tanpa sadar sekedar menjadi konsumen latah, menjadi pembeli merk, dan menjadi "gila barang luar negeri". Mereka ikut-ikutan secara membabi buta, apa yang menjadi mode di luar sana, tanpa seleksi, apalagi melihat budaya sendiri. Generasi sekarang seperti kehilangan jati diri, boro-boro bicara nasionalisme. Ada beberapa gejala, perilaku yang menunjukkan bahwa generasi sekarang telah mengalami degradasi karakter.
1. Kehilangan Etika, dan attitude minus.
Saya sering menemui anak muda yang bertingkah seenaknya, misal nerobos antrian seeanaknya, tidak menyapa orang yang lebih tua, tidak mengucapkan terima kasih pada saat menerima pertolongan dll.
2. Konsumerisme fanatik
Banyak anak muda selalu berusaha mengikuti trend secara membabi buta, beli barang mahal untuk eksis tanpa melihat latarbelakang orang tua (apakah mampu atau tidak).
3. Tidak mengenal disiplin. Terbiasa melanggar aturan dan tata tertib tanpa merasa bersalah.
4. Kebarat-barat an secara extreem. Bisa dikatakan semua yang dari barat (baca;Amrik) semua dianggap bagus dan hebat. Merk busana, artist, film. Semua diterima tanpa filter.
5. TIdak memiliki ketrampilan produktif untuk bersaing. Mungkin karena sistem pendidikan kita yang tidak merangsang kreatifitas, tetapi yang pasti mereka hanya mengejar "poin, nilai", bukan prestasi atau karya yang subtanstif.
Jadi kalau tidak merubah cara berpikir, gaya hidup, filosofi hidup maka, bukan tidak mungkin Indonesia tinggal sekedar nama. Atau setidaknya menjadi bangsa kerdil yang menjadi "mainan" bangsa lain.
1. Kehilangan Etika, dan attitude minus.
Saya sering menemui anak muda yang bertingkah seenaknya, misal nerobos antrian seeanaknya, tidak menyapa orang yang lebih tua, tidak mengucapkan terima kasih pada saat menerima pertolongan dll.
2. Konsumerisme fanatik
Banyak anak muda selalu berusaha mengikuti trend secara membabi buta, beli barang mahal untuk eksis tanpa melihat latarbelakang orang tua (apakah mampu atau tidak).
3. Tidak mengenal disiplin. Terbiasa melanggar aturan dan tata tertib tanpa merasa bersalah.
4. Kebarat-barat an secara extreem. Bisa dikatakan semua yang dari barat (baca;Amrik) semua dianggap bagus dan hebat. Merk busana, artist, film. Semua diterima tanpa filter.
5. TIdak memiliki ketrampilan produktif untuk bersaing. Mungkin karena sistem pendidikan kita yang tidak merangsang kreatifitas, tetapi yang pasti mereka hanya mengejar "poin, nilai", bukan prestasi atau karya yang subtanstif.
Jadi kalau tidak merubah cara berpikir, gaya hidup, filosofi hidup maka, bukan tidak mungkin Indonesia tinggal sekedar nama. Atau setidaknya menjadi bangsa kerdil yang menjadi "mainan" bangsa lain.
November 20, 2012
RUMIT
Aku di pojok sepi sendiri,
Aku bicara sendiri,
sejuta kata tanpa suara.
Aku berteriak dalam luka dalam.
kamu begitu jauh, sejengkal jarak tapi tak terengkuh,
kita asing dalam dekat,
hati kita berjarak, prasangka dan duga menjadi sekat.
Aku ingin bertanya,
begitu banyak yang aku tak mengerti tentang kamu,
tentang masa lalumu, tentang rahasia malammu.
aku masih tak mengenalmu.
Meski ketika dalam pelukku.
Aku bicara sendiri,
sejuta kata tanpa suara.
Aku berteriak dalam luka dalam.
kamu begitu jauh, sejengkal jarak tapi tak terengkuh,
kita asing dalam dekat,
hati kita berjarak, prasangka dan duga menjadi sekat.
Aku ingin bertanya,
begitu banyak yang aku tak mengerti tentang kamu,
tentang masa lalumu, tentang rahasia malammu.
aku masih tak mengenalmu.
Meski ketika dalam pelukku.
Oktober 22, 2012
JOKOWI
Fenomena Jokowi
Tiada hari tanpa berita tentang
Jokowi. Tidak pernah ada tokoh terlebih pejabat pemerintah yang begitu menyita
perhatian jurnalis sefenomenal jokowi. Sebagian menyebutnya sebagai “media
darling”. Saya tidak sepenuhnya setuju karena saya yakin dia menjadi kesayangan
media, karena ybs disayangi masyarakat terlebih dahulu. Kalau masyarakat tidak
suka , media pun pasti enggan menyorotnya.
Ada beberapa alasan, mengapa
Jokowi begitu menyita perhatian masyarakat.
- Bicara apa adanya. Tanpa basi-basi. Dalam setiap wawancara resmi, atau pertanyaan wartawan di jalan, Jokowi selalu menjawab dengan bahasa lugas. Tanpa basa-basi dan kemasan bahasa yang “tinggi”.
- Berusaha bicara langsung. Layaknya teman.Jokowi selalu dekat dengan masyarakat, dan tidak menjaga jarak. Sehingga semua orang bisa nyaman dan merasa sebagai teman.
- Berpenampilan sederhana dan bersahaja.Jokowi selalu berpenampilan sederhana. Bahkan seringnya menggunakan baju lengan panjang digulung, tanpa dimasukkan. Dia tidak berpenampilan pejabat pada umumnya yang selalu berpenampilan parlente, dengan jas dan dasi. Dia tunjukkan bahwa kinerja lebuh penting dari sekedar penampilan.
- Mau bekerja.Jokowi menunjukkan pemimpin yang siap bekerja dan turun ke lapangan kapan saja, di mana saja. Dia mau mendengar dan mencari solusinya.
- Tidak gila hormat. Tanpa protokoler.Jokowi pergi kemana saja tanpa protokoler kaku dan tanpa pengawalan. Dia tunjukan seperti yang dia sampaikan bahwa, pemimpin pada hakekatnya melayani masyarakat bukan sebaliknya.
Kita juga tahu bahwa pemimpin “model
Jokowi” lah yang lebih disukai masyarakat. Mahfud MD, Dahlan Iskan adalah tokoh
lain yang popular di masyarakat. Dan mereka semua berpenampilan sederhana dan
bersahaja. Mungkin masyarakat sudah bosan pada penampilan pemimpin yang
mengandalkan penampilan, mengedepankan pencitraan. Masyarakat lebih suka pada
pemimpin yang tampil apa adanya tapi berbuat nyata.
Oktober 16, 2012
LUKA
Tiba-tiba ada darah luka
merembes pedih,
Luka lama kembali memerah dan
memerih,
Aku pun terdiam dalam sepinya
luka,
Aku masih berbaring di ranjang sepi,
Nglangut dan kalut.
Cerita duka masih berlanjut.
Entah sampai kapan…….
Oktober 15, 2012
Aku harus bilang WOW......?
CATATAN DARI COFFE
SHOP (menikmati kopi sambil mengamati yang lewat)
Sebenarnya menganggap dirinya
cantik itu wajar dan PD sebuah keharusan. Tetapi akan menjadi kelihatan tidak
menarik manakala menjadi “kecentilan”, atau terkesan menganggap dirinya cantik sekali dan “ke
pede an”. Saya tidak tahu itu karena kursus kepribadian yang selalu mengajarkan
harus selalu “confidence”, atau bawaan lahir. Tetapi saya melihat makin banyak
saja makhluk “kecentilan” dan “ke pede an”. Salah satu cirri yang menonjol adalah menarik perhatian dengan memakai baju
yang aneh (mungkin maksudnya sih unik), dan suka tertawa-tawa (cekakakan) nyaring di
tempat umum, seolah memberi maklumat:…..Nih loh kita/gue ada di sini……, dan aku
jadi tergelitik untuk menanggapi :…terus, gue harus bilang WOWW gitu,..sambil
koprol?....." (tentu saja dalam hati saja, secara umur dan kepribadian, saya
menyadari tidak akan cocok kalau berucap kalimat itu)….
Karena yang selalu amati adalah
perilaku cewek (..risih juga kalau harus mengamati cowok..), maka saya
mencoba bertanya ke temen cewek, kenapa mereka berperilaku seperti itu.
Ternyata ada beberapa jawaban:
1. Orang
OKB, mungkin mereka orang kaya baru (baru punya duwit), sehingga seolah-olah
ingin mengumumkan kepada dunia,; gw mampu lho……Sehingga mereka berusaha exist di
mana-mana. Berburu barang ber merk (baca; berburu sale). Pantes atau tidak
pantes urusan belakangan, pokoknya ber merk dan lagi trend. Sehingga penampilan
mereka pun makin aneh dengan pakaian kebanggaannya.
2. ABG,
Anak Baru gaul. Sebagian makhluk ke PD an tadi, kalau dilihat latar belakangnya
adalah anak baru gaul. Misalnya, dari
baru pindah dari luar daerah atau pinggiran kota (umumnya pindah kerja, karena
kalau sekolah atau kuliah belum ber “modal”). Sehingga begitu di kota besar
punya temen gaul, dia menjadi euphoria dan “berlebihan”.
3. Krisis,
Kurang Perhatian/kurang kasih sayang. Mungkin mereka orang yang kurang
perhatian , apakah dari orang tuanya, pasangan hidupnya, sehingga di
kompensasikan di lingkungan gaulnya. Sehingga tujuannya adalah; mencari perhatian.
4. Jomblo
Senior. Sebagian, adalah orang yang sudah lama “menjomblo”, ini mirip dengan
nomor 3, tujuannya mencari perhatian, tetapi dengan maksud mendapat perhatian
lebih dari “seseorang”. Tentu saja jauh panggang dari api, orang yang akan
mendekat pun akan mikir, untuk menjadi “orang dekat” makhluk aneh ini.
5. Dari
sono nya. Yang ini memang sudah bawaan lahir. Dari kecil memang sudah punya
bakat untuk tampil unik, dan selalu menjadi pusat perhatian. Harusnya menjadi
artis atau bintang showbiz, tapi karena tidak kesampaian, dia pun menjadi
makhluk unik dan aneh. yang suka tampil ke pede an.
Tentu saja saya tidak ingin mendikte gaya seseorang, dan tindakan mereka juga tidak melanggar undang-undang, apa yang saya tulis, hanya sekedar keisengan saya, sambil nunggu waktu temen yang belum datang (ini salah satu kebiasaan jelek yang sering membuat saya "illfeel" dan membatalkan suatu hubungan kerjasama ataupun hubungan yang lebih akrab)...
Tentu saja saya tidak ingin mendikte gaya seseorang, dan tindakan mereka juga tidak melanggar undang-undang, apa yang saya tulis, hanya sekedar keisengan saya, sambil nunggu waktu temen yang belum datang (ini salah satu kebiasaan jelek yang sering membuat saya "illfeel" dan membatalkan suatu hubungan kerjasama ataupun hubungan yang lebih akrab)...
Oktober 11, 2012
POLITIK2AN
Setiap pagi aku sempatkan waktu untuk baca berita politik,
baik melalui website maupun Koran.
Sebenarnya “jenuh” juga dengan berita
dan sumber berita yang “itu-itu saja”, apalagi kalo baca komentarnya “RP”,
“SB”. Tapi kalau sehari saja tidak baca,
rasanya ada sesuatu yang hilang. Semacam benci tapi rindu kayaknya.
Dunia politik di Indonesia, adalah dunia yang “norak’ banyak
politikus kagetan, yang kemampuan dan wawasannya “minimal” tapi dapat
kesempatan “tampil”. Maka para politikus kagetan tersebut akan menjadi over acting
dan “norak”,“kampungan”.
Dunia politik Indonesia menjadi “hingar-bingar” sejak era
reformasi (Tahun 1998). Tetapi rupanya sebagian
besar masyarakat tidak siap secara psikologis, maupun secara budaya. Panggung perpolitikan di Indonesia menjadi “tidak enak dilihat”, penuh dengan "politik2-an, seperti rekaya cerdas, padahal vulgar dan norak, "ibarat show, pentas
tanpa konsep, sehingga yang terjadi “asal bunyi”, "asal tampil", ibarat pentas musik mungkin lebih
norak dari “pentas dangdut koplo pantura”, yang susah dibedakan mana unsur seni
mana unsur syahwat.
Dalam Suasana perpolitikan yang masih belum dewasa
sesungguhnya diperlukan “leader” yang berwibawa namun bijak. Pemimpin yang
tegas namun tetap santun. Dan sayangnya kita kekurangan, atau bahkan “langka”
tokoh-tokoh seperti itu.
Tapi itu fakta yang ada, dan kita tidak bisa apa-apa. Tetapi
ada sedikit pencerahan manakala membaca “kicauan” di media social yang
menggelitik dan cerdas. Dan saya menjadi diingatkan, bahwa masih ada lapisan
masyarakat kita yang cukup “cerdas” dan “cukup berwawasan”
So, saya tetap membaca berita politik dan mengikuti kicauan
politik di social media, jadi semacam balance. Dan menguarangi ke-muak-an saya pada tokoh
politik semacam “SB”, “RP”, karena terhibur oleh para penulis, kicauan yang
cerdas di social media.
September 10, 2012
DOA KEHILANGAN
Aku sadar semua milikMU,
Dan semua bisa hilang atas
kehendakMu,
Semua bisa pergi kapan saja.
Tetapi akupun makhlukMu yang dhoif dan lemah,
Beribu galau dan sendu menjadi luka membiru.
Tuhan ijinkan aku menangis
sesaat,
Dan sesudahnya berikan
kekuatan dan keteguhan,
Agar hambaMu tetap istiqomah
di jalanMu
September 04, 2012
DEKAT TAPI JAUH
Dirimu dekat tapi jauh,
Jiwamu terasa jauh, bahkan ketika kamu dalam dekapku.
Hatimu terasa asing , bahkan ketika bibirmu dalam lumatku.
Aku mjencoba mencari jawab dalam matamu.
Tapi tetap saja kilau mu membisu.
Dan aku tak tahu,
adakah hatimu memang untukku
Jiwamu terasa jauh, bahkan ketika kamu dalam dekapku.
Hatimu terasa asing , bahkan ketika bibirmu dalam lumatku.
Aku mjencoba mencari jawab dalam matamu.
Tapi tetap saja kilau mu membisu.
Dan aku tak tahu,
adakah hatimu memang untukku
Juli 05, 2012
LUKA DAN SEPI
Aku terkapar di ranjang sepi,
Sendiri.
Ribuan tikam belati,
Luka dalam,
dan memerah darah dendam.
Aku terlempar di jurang
kegelapan,
Hampa,
Dan sepi.
Aku berjalan merangkak
tertatih,
Masih dalam ribuan luka,dan
masih menyusuri,
Jalan panjang yang sunyi.
Sendiri.
Juni 14, 2012
CINTA
Cinta,
Selalu menjadi teka-teki bagiku,
Berbaur warna,
antara benci dan rindu,
antara sayang dan cemburu,
antara merah dan biru.
Cinta,
aku masih mencari yang tercecer,
antara jejak masa lalu,
dan jalan depan yang masih gelap.
Cinta tetaplah tanda tanya,
antara titik, koma dan tanda seru.
Namun tetap indah penuh deru.
Selalu menjadi teka-teki bagiku,
Berbaur warna,
antara benci dan rindu,
antara sayang dan cemburu,
antara merah dan biru.
Cinta,
aku masih mencari yang tercecer,
antara jejak masa lalu,
dan jalan depan yang masih gelap.
Cinta tetaplah tanda tanya,
antara titik, koma dan tanda seru.
Namun tetap indah penuh deru.
Januari 04, 2012
GO GREEN
Bill board "Go Green" mulai banyak dipasang di sudut jalan-jalan kota. Sebuah pertanda bahwa pemda, secara formal mulai sadar "penghijauan" dan "kelestarian". Tetapi apakah kesadaran tersebut akan menjadi tindak nyata dan menular pada masyarakat? hanya Tuhan yang tahu. Go green sebagai kesadaran masih jauh dalam fakta sehari-hari, bagaimana tidak? Orang masih membuang sampah sembarangan (terutama para perokok yang membuang puntung seenaknya). Kita bisa lihat betapa kotor tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar bahkan bandara internasional, kebersihan masih sebuah kemewahan. Kesadaran "go green" adalah kesadaran akan kebersihan, kerapihan, dan kelestarian lingkungan. Orang yang Go green akan merasa tidak nyaman bila melihat kekotoran, kekumuhan dan mencemari lingkungan. Tapi yang terlihat sebaliknya, orang masih terbiasa buang sampah sembarangan (bahkan dari jendela mobil), orang masih tidak perduli apakah tindakannya menyebabkan lingkungan tercemar atau tidak. Banyak orang masih membuang limbah berbahaya (olie, batre dlll) secara sembarangan, orang masih menggunakan bahan-bahan yang mencemari lingkungan. Jadi sejauh ini, seperti yang sudah-sudah Go green masih sekedar slogan.Atau memang justru di sekitar kita banyak yang menjadi "musuh lingkungan"?......
Langganan:
Postingan (Atom)