Bom meledak lagi,
Di tempat ibadah pula….
Dan semua mengutuk dan memaki …
Nomor satu pasti yang melakukan bom bunuh diri,
Betapa konyol dan naifnya.
Tetapi para pemuka agama juga tidak bisa tutup mata,
Mungkin kegagalan mereka,
Untuk mengajarkan bahwa agama adalah jalan keselamatan,
Yang harus disampaikan dengan bahasa kasih sayang.
Para pemimpin negeri juga harus instrospeksi,
Selama ini tidak mampu memberi teladan,
Boro-boro bisa mewujudkan keadilan dan kemakmuran,
Yang ada kemunafikan dan kebohongan.
Kita semua bersalah,
membiarkan kekerasan jadi tontonan,
pelanggaran aturan jadi kebiasaan,
Dan agama tidak mampu memberi jawaban,
cuma jadi kegiatan ritual dan bendera pengelompokan
Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
September 26, 2011
September 09, 2011
CATATAN KECIL PERJALANAN MUDIK
Perjalanan mudik sungguh menyenangkan sekaligus melelahkan. Membuat refresh sekaligus stress. Sepanjang jalan macet dan semrawut. Sebuah catatan adalah masyarakat kita sudah "lumayan secara ekonomi" tapi dari etika dan budaya, masih "terbelakang" dan salah kaprah. Bagaimana tidak, banyak yang memakai mobil bagus, tetapi masih menyerobot dari kiri, membuang sampah dari jendela mobil, dan bahkan meludah..hufff (catatan buat mobil Honda City Silver B 8091 ......). Masyarakat kita juga suka salah kaprah, sepeda motor mestinya diperuntukan untuk transportasi jarak pendek, tetapi digunakan untuk jarak jauh, dinaikin bertiga pula, bahkan berempat. Belum lagi ngebut dan tanpa mengindahkan pemakai jalan lain. Kondisi kesemrawutan diperparah oleh orang yang menggunakan jalan umum menjadi pasar. Lengkaplah gambaran kita sebagai masyarakat yang belum "maju" dan "memahami peradaban", ketika melanggar aturan dianggap biasa, ketika "berlaku sembarangan" di anggap kewajaran. Dan saya cuma bisa prihatin (Lho... kayak ucapan "pemimpin yang itu" yaa...)
Langganan:
Postingan (Atom)