Berhari-hari, berminggu-minggu,
semua bercerita tetang aib,
semua seperti sedang menuduh,
semua seperti sedang mencibir,
semua seperti menghujat,
Seolah diri sendiri bersih,
seolah diri sendiri suci,
seolah diri sendiri bak nabi.
Kita semua memiliki salah,
kita semua bisa alpa,
kita semua ada dosa.
Mengapa semua menjadi munafik dan bertopeng.
Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
Juni 18, 2010
Juni 04, 2010
PALESTINE DAN UPI
Hari-hari ini,
berita dipenuhi warna merah,
warna darah, warna kekejaman.
Cerita tentang hilangnya seorang ayah,
seorang kakek, bahkan seorang ibu.
Di antara ribuan cerita,
ada seorang Upi yang ceritanya menyentuh,
dengan wajah biasa tanpa rasa membanggakan diri,
tapi orang tahu dia berjuang dengan tulus.
Dengan senyum seorang ibu yang tulus dan sahaja,
tapi di baliknya ada ketegaran karang membatu.
Selamat berjuang UPI.
berita dipenuhi warna merah,
warna darah, warna kekejaman.
Cerita tentang hilangnya seorang ayah,
seorang kakek, bahkan seorang ibu.
Di antara ribuan cerita,
ada seorang Upi yang ceritanya menyentuh,
dengan wajah biasa tanpa rasa membanggakan diri,
tapi orang tahu dia berjuang dengan tulus.
Dengan senyum seorang ibu yang tulus dan sahaja,
tapi di baliknya ada ketegaran karang membatu.
Selamat berjuang UPI.
Langganan:
Postingan (Atom)