Oktober 27, 2014

GUSTI ORA SARE

Ada yang bilang; dunia sudah makin tua, makin banyak orang yang durjana, melakukan kejahatan tanpa rasa salah dan berdosa. Orang lupa bahwa hidup di dunia sementara saja, ada yang bilang sekedar “mampir ngombe”, sekedar berteduh dan menghilangkan rasa haus. Tetapi kita sering lupa, sehinga karena ingin mengejar harta (karir, kedudukan dll), kita tega melakukan fitnah, mengorbankan orang lain demi kedudukan dan lain-lain. Menyedihkan.Kalau merening lebih dalam, kita itu siapa sih? Kita hanya sebagian makhluk Tuhan yang bermilyar-milyar, kita hanya sebagian mahkluk yang hidup dalam satu helaan nafas kehidupan, di tengah panjangnya umur dunia, yang bahkan fana ini. Kita tidak tahu, kapan kita dipanggil menghadap Tuhan; apakah ketika sedang asyik kerja; atau ketika sedang memacu kendaraan di jalan. Kita tidak tahu, kapan kita tiba-tiba berubah menjadi lemah; apakah karena fisik kita yang sakit tak berdaya, ataupun syaraf dan otak kita menjadi tidak bekerja. Kita harus selalu berusaha mengingat; bahwa semua bukan mutlak milik kita, bahkan diri kita. Sewaktu-waktu dapat diambilNya, setiap waktu dapat di cabutNya. Setiap kita pasti sering melakukan kesalahan dan keliru; yang harus dilakukan adalah perbanyak minta maaf kepada sesama, dan istighfar kepada Tuhan kita. Berdoa agar Allah tak menutup dan membutakan mata hati, yang bisa menggelapkan akal dan nurani kita. Aku dapat petuah yang sangat berharga; ketiak berbuat baik, jangan pernah berharap “kembalian; tidak usahlah kita mengharap orang lain membalas kebaikan kita, bahkan tidak perlu berharap ucapan terima kasih; cukup kita selalu berbuat yang terbaik untuk semua orang, urusan dibalas atau tidak; itu belakangan, ingatlah Gusti; mboten sare. Yakinlah Tuhan tidak pernah tidur.