Beribu orang antri belas kasihan,
Beribu orang antri menadahtangan,
Beribu orang antri untuk sekedar uang jajan.
Beribu orang antri menanti recehan.
Kemana kekayaan ibu pertiwi,
Kemana emas dan permata kekayaan negeri
Kemana kemakmuran yang jinawi
Beribu anak bangsa terkapar dalam lapar
Ironi,
Ketika koruptor masih bisa bangga tertawa,
Ketika pemimpin masih bisa pidato penuh gaya,
Ketika si kaya berderma dengan riya,
Sekian nyawa anak bangsa melayang sia-sia.
Tanpa sapa tanpa upacara.
Dan sekedar menjadi angka dalam berita.
Dalam kehidupan panjang, yang sekejap. Dalam riuhnya hidup, yang sepi. Dalam gemerlapnya cinta, yang redup. Ada cerita yang terangkai, Ada puisi yang terurai. Biru langit, biru kehidupan. Birunya hidup, birunya cinta. Aku tenggelam dalam biru yang mengharu biru. Biru nya hidup, biru nya puisiku.
September 23, 2008
September 10, 2008
BUKAN HITAM PUTIH
Pagi-pagi berita televisi, mengabarkan tentang razia warung remang-remang.Orang berlarian, orang dikejar.Yang satu merasa benar, dan punya hak untuk menghajar, yang lain berteriak pilu, karena galau tuk mencari nafkah dan tak tahu tempat mengadu.Remang-remang itulah sejatinya warna kehidupan, karena hidup bukan sekedar gelap dan terang, bukan sekedar hitam atau putih, dan bukan kelompok ahli surga dan yang lain kelompok pendosa. Aku melihat yang berbaju putih malah jadi jubah kemunafikan, karena menjadi tempat menyembunyikan kepalsuan dan menjadi lantang beteriak kebenaran tetapi semena-mena melakukan kekerasan. Moral bukan sekedar baju putih, tetapi lebih pada hati, perilaku dan kata-kata.Moral bukan sekedar uraian khotbah, tapi lebih pada memberi teladan dan menyebar salam dan kebajikan.
September 08, 2008
SAJADAH PANJANG
SAJADAH PANJANG
(BIMBO)
Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Diatas sajadah yg panjang ini
Diseling sekedar interupsi
Mencari rezeki ....
Mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara Adzan
Kembali tersungkur Hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan ruku
Hamba sujud dan lepas kening Hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
(BIMBO)
Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Diatas sajadah yg panjang ini
Diseling sekedar interupsi
Mencari rezeki ....
Mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara Adzan
Kembali tersungkur Hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan ruku
Hamba sujud dan lepas kening Hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
BEKU
Aku termangu,
Hari ini kelabu,
Matahari sembunyi,
Di balik awan gelap.
Aku termangu,
Terendam sunyi,
Dalam dingin
Yang beku.
Aku termangu,
Semua warna tampak buram,
Lalu-lalang tampak muram,
Dingin dalam muram,
Yang beku.
Hari ini kelabu,
Matahari sembunyi,
Di balik awan gelap.
Aku termangu,
Terendam sunyi,
Dalam dingin
Yang beku.
Aku termangu,
Semua warna tampak buram,
Lalu-lalang tampak muram,
Dingin dalam muram,
Yang beku.
Langganan:
Postingan (Atom)